twitter



Banda Aceh: Pagi itu, becak motor yang membawa dua penumpang melaju santai di ruas jalan menuju tempat pendaratan ikan Lampulo, Kota Banda Aceh, Nanggroe Aveh Darussalam. Di sisi kiri jalan, puluhan unit kapal ikan bersandar di dermaga kayu pinggir Sungai (Krueng) Aceh yang airnya bewarna kecoklat-coklatan.
Beberapa nelayan yang bertelanjang dada asyik merajut jaring di atas kapal. Tidak ada aktivitas kapal berlayar di Krueng Aceh pada Ahad, 26 Desember 2010.
"Pak, kenapa tidak ada boat berlayar pagi ini, lazimnya aktivitas nelayan yang pulang atau pergi melaut untuk menangkap ikan pada pagi hari seperti di daerah lain," tanya penumpang becak motor yang mengaku dari Jakarta dan tengah mengisi liburan akhir tahun di Banda Aceh.
"Hari ini, para nelayan seluruh Aceh tidak melaut untuk mengenang kembali peristiwa tsunami enam tahun silam," kata Usman, pengemudi becak motor itu.
Mata wisatawan itu tertuju pada sebuah rumah yang di atasnya terdapat seunit perahu tidak beda dengan boat-boat yang bersandar di TPI Lampulo tersebut. "Kapal nelayan yang ada di atas rumah warga itu merupakan salah satu bukti tsunami dan orang-orang menyebutnya sebagai `perahu Nabi Nuh` yang terhempas gelombang laut enam tahun silam," kata Usman.
Saksi enam tahun lalu menyebutkan, 59 warga di atas kapal ikan nelayan yang terhempas ke daratan terselamatkan saat tsunami, 26 Desember 2004. Dan kisah para korban tsunami itu tertuang dalam sebuah buku saku yang ditulis oleh 10 dari 59 orang yang menjadi penumpang perahu nelayan tersebut, enam tahun silam. Buku saku itu berjudul Mereka Bersaksi.
Abasiah, salah seorang korban selamat, mengisahkan, saat tsunami menjangkau permukimannya di Lampulo dengan ketinggian lebih dari satu meter, tiba-tiba perahu nelayan itu muncul di hadapannya. "Waktu itu, kami sekeluarga yang masih berada di dalam rumah langsung ke luar, dan tanpa pikir panjang memanjat kapal yang sudah berada di hadapan kami," katanya.
Karena air laut yang mencapai daratan terus meninggi, sebagian warga keluar melalui atas rumah untuk mencapai kapal nelayan itu. "Itu kapal bersejarah dan telah banyak warga terselamatkan dari tsunami," kata Abasiah.
Abasiah, warga Lampulo yang rumahnya berdekatan dengan TPI itu menceritakan awal "perahu Nabi Nuh" tersebut bertengger di atas atap rumah permanen miliknya. "Awalnya, saya mengira perahu itu sengaja didatangkan untuk menyelamatkan orang-orang dari amukan air laut menerjang permukiman penduduk," katanya.
Di dalam rumah permanen yang kini masih bersemayam "perahu Nabi Nuh" itu, Abasiah tidak sendiri ketika tsunami sebab ada anak-anaknya yaitu Agin, Ghazi, Thoriq, Zalfa, dan seorang putri angkatnya, Yanti.
"Dari jendela lantai atas, saya melihat banyak boat ikan yang hanyut di depan rumah dengan kecepatan tinggi, seperti mobil-mobilan yang ditarik mundur lalu dilepaskan," ujar Abasiah.
Abasiah mengisahkan, saat itu mereka yang berada di lantai dua bangunan rumahnya, terus berdoa dan berzikir seraya saling meminta maaf karena "akan berakhirnya sebuah kehidupan". "Waktu itu tidak ada tangis, tapi wajah-wajah ketakutan sambil terus berdoa dan berzikir berharap hanya ada pertolongan dari Allah, jika memang kami masih diberi kesempatan untuk hidup," katanya.
Setelah semuanya berada di atas "perahu Nabi Nuh" itu, Abasiah dan orang-orang lainnya terus mengaji, berdoa, berzikir kepada Allah, selain menyaksikan kehancuran akibat diamuk tsunami, 26 Desember 2004. "Kami melihat kapal cepat yang membawa penumpang Pulau Sabang-Banda Aceh tidak bisa berlabuh dan helikopter terbang di atas," katanya.
Saksi peristiwa tsunami lain, Samsuddin Mahmud, mengaku bahwa ia dan beberapa orang tetangga merupakan rombongan pertama yang naik ke atas "perahu Nabi Nuh" itu. "Awalnya kami mengira bahwa perahu ini sengaja didatangkan oleh `malaikat` untuk menyelamatkan orang-orang," kisahnya.
Sebelum menaiki perahu itu, Samsuddin yang sudah berada di lantai dua rumah tetangganya mengaku ketinggian di lantai tersebut lebih satu meter dan bewarna hitam pekat. "Ketika saya sudah berada di lantai dua rumah milik tetangga, air sudah sebahu. Kemudian, tiba-tiba terlihat perahu itu dan kami langsung berebut menaikinya," katanya.
Kisah korban selamat lainnya, Erlina Mariana Rosada Sari, mengisahkan bahwa sewaktu dalam boat tersebut, sempat gelombang laut silih berganti menerjang daratan dan dalam waktu bersamaan guncangan gempa masih terasa. "Orang-orang di dalam perahu ini terus mengumandangkan azan dan berdoa. Hanya doa dan zikir yang bisa kami lakukan saat tsunami itu," katanya.
Erlina menyatakan, dari atas perahu itu menyaksikan rumahnya luluh-lantak dan daratan tanpa bekas karena sudah dipenuhi air keruh. Ibarat hamparan lautan yang luas.
"Perahu Nabi Nuh" yang tidak lagi berlayar dan tetap tegak bersandar di atas atap rumah Abasiah di gampong Lampulo. Bahkan, tidak bertuan. Kini, tempat itu dijadikan sebagai salah satu aset wisata peninggalan tsunami.
"Perahu itu menjadi salah satu objek wisata yang memiliki makna sebagai peringatan Allah, karena dengan melihat ini orang bisa berpikir tentang kekuasaan Sang Maha Pencipta yang tiada tara," kata Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal.
"Rumah boat" atau "Perahu Nabi Nuh" yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Banda Aceh itu saat ini menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan. Tidak hanya warga nusantara, tapi juga turis asing. Selain menyaksikan bukti fisik, para wisatawan juga bisa mendengarkan kisah-kisah unik dan ajaib dari peristiwa tsunami enam tahun silam dari korban selamat di "Rumoh Boat" atau "Perahu Nabi Nuh" itu.
Keusyik (Kades) Gampong Lampulo Alta Zaini mengatakan, warganya sudah siap menerima wisatawan yang akan berkunjung ke situs tsunami tersebut. "Perahu Nabi Nuh" yang kini bersemayam di lantai dua rumah Abasiah itu memiliki sekitar 18 meter, berkonstruksi kayu, dan kini telah dibangun tangga untuk mencapai bagian dalam boat tersebut.

Read More



Barcelona - Meski masih tampil meyakinkan di beberapa kompetisi, Barcelona sesungguhnya belum bisa benar-benar tenang. Soalnya hingga kini mereka tak bisa memastikan kelanjutan masa depan Josep Guardiola.

Sejak pertama kali membesut Barcelona dua tahun lalu, Guardiola selalu cuma mau menandatangani perpanjangan kontrak satu tahun. Itu artinya, setiap akhir musim kompetisi kubu Barca dibuat was-was karena khawatir pelatihnya itu bakal memutuskan hengkang.

Kondisi tersebut juga terjadi musim kemarin. Di mana Pep baru membubuhkan tanda tangan di atas kontrak baru, berdurasi satu musim, pada 15 Juli, atau hanya beberapa pekan sebelum roda kompetisi dimulai.

Dengan musim kompetisi 2010/2011 yang sudah setengah jalan, kekhawatiran akan masa depan Guardiola di Camp Nou kembali muncul. Apalagi kini makin banyak isu yang mengait-kaitkan dia dengan klub raksasa Eropa lainnya.

"Pep sangat penting buat Barcelona, pertama sebagai pemain dan kini sebagai pelatih. Tapi tentu saja, masa depan seseorang hanya diketahui oleh dirinya sendiri," ungkap Presiden Barcelona, Sandro Rosell di Marca.

Salah satu klub yang disebut-sebut tertarik untuk merekrut Guardiola adalah Manchester United. The Red Devils perlu menyiapkan pelatih bertalenta demi mensuksesi Sir Alex Ferguson, meski Fergi hingga kini dia belum berencana pensiun.
Read More


 
Irfan Bachdim Terjebak di Tengah Pertarungan Kepentingan
Timnas Merah Putih sepertinya terus direcoki oleh hal-hal non-teknis. Kini striker timnas, Irfan Bachdim, yang harus terseret dan terjebak dalam pertarungan kepentingan. Semuanya berawal ketika Persema Malang -- klub tempat Irfan mulai merintis karier profesionalnya di Indonesia – memutuskan untuk keluar dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Klub berjuluk Laskar Ken Arok itu ingin menjadi klub profesional dan mandiri yang tidak bergantung pada dana APBD seperti kebanyakan klub-klub LSI. Penggunaan dana APBD dinilai membuat klub jadi tidak profesional karena banyak campur tangan, intrik dan kepentingan.
Klub saudara tua Arema Malang itu hengkang dari LSI juga karena sering dirugikan selama berpartisipasi di kompetisi miliki PSSI tersebut. Alhasil, Persema memilih pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) yang menjadi kompetisi tandingan LSI.
PSSI menilai LPI sebagai kompetisi ilegal karena keberadaannya tidak berada di bawah PSSI. Dan sebagai konsekuensi atas keilegalan tersebut, PSSI mengancam akan memberikan sanksi degradasi kepada klub yang bersikeras ikut LPI.
Sialnya, tidak hanya klub saja yang bakal terkena sanksi PSSI.  Ancaman hukuman juga akan menerpa semua yang terlibat dalam klub peserta LPI tersebut.  
‘’Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang ikut terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih maupun pemain yang saat ini memperkuat klub tersebut,’’ kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, seperti dikutip Antara.  
Irfan Bachdim pun akhirnya ikut terseret dan terjebak dalam pertarungan dua kepentingan tersebut . Dia terancam dicoret dari timnas apabila memilih tetap bergabung dengan Persema Malang dan bermain di kompetisi tandingan PSSI.
Irfan Bachdim memang harus memilih. Apakah dia akan memilih LPI demi menghormati kontraknya bersama Persema Malang. Ataukah dia harus tunduk pada ancaman PSSI demi menyelamatkan mimpinya bermain bersama timnas.
Apapun pilihan Irfan, yang pasti adalah ucapan pelatih Alfred Riedl kembali terbukti kebenarannya. Bahwa banyak kepentingan non-teknis yang merecoki.

Read More


Meski tidak
berhasil menjuarai AFF Suzuki Cup
2010, timnas Indonesia tetap tidak
kekeringan bonus. Setidaknya,
uang sebesar Rp 3,5 miliar telah
dibagikan kepada punggawa tim
'Garuda'.
Jumlah ini memang tidak sebesar
jumlah yang dijanjikan pengurus
PSSI, yakni Rp 5,5 miliar, apabila
Indonesia berhasil keluar sebagai
juara. Tapi angka Rp 3,5 M
terhitung luar biasa.
"Ya, kalau kita juara seharusnya
dapat Rp 5,5 miliar," ungkap
asisten manajer timnas Iwan
Budianto saat berbincang dengan
detikSport, Kamis (30/12/2010).
"Rinciannya begini. Dijanjikan kalau
lolos ke final dapat Rp 2,5 miliar,
kalau juara dapat Rp 3 miliar lagi,
jadi totalnya Rp 5,5 miliar," beber
Iwan.
Namun di tengah jalan, PSSI
memutuskan untuk memberikan
bonus mulai saat timnas lolos
semifinal. Demikian juga dengan
ketika timnas lolos ke partai
puncak.
"Lolos semifinal, timnas dapat Rp
500 juta, sudah dibagikan kepada
para pemain. Lolos ke final juga
sudah terima Rp 2,5 miliar. Sudah
dibagikan ke pemain juga," ungkap
Iwan.
Andai Indonesia juara, bonus itu
bahkan bisa bertambah menjadi Rp
6,5 miliar. Namun sayangnya
ekspektasi itu tidak terpenuhi
sehingga para pemain 'cuma'
menerima tambahan Rp 500 juta
saja. Artinya, bila dihitung-hitung,
timnas Indonesia mendapatkan
bonus sebesar Rp 3,5 miliar.
"Karena sudah menerima Rp 2,5
miliar, kekurangannya harusnya Rp
3 miliar. Tapi PSSI kemudian
memutuskan dinaikkan jadi Rp 4
miliar kalau juara. Karena kita tidak
juara, apresiasi tambahannya Rp
500 juta," pungkas Iwan.
Read More



Film porno
VIVAnews - Banyak pria merasa khawatir dan tidak percaya diri ketika didiagnosis menderita ejakulasi dini. Namun kini, ada cara mudah untuk mengobati masalah keperkasaan pria ini. Dengan menonton adegan syur dalam video porno, pria yang menderita masalah ejakulasi dini bisa disembuhkan.
Seperti dikutip dari laporan The Star Online, Sin Chew Daily melaporkan bahwa seorang pria yang didiagnosis dengan prostatitis (gangguan di bagian prostat yang bisa sebabkan nyeri saat ereksi) berusaha mencari pengobatan di sebuah rumah sakit di Guizhou, Cina. Sampai pada akhirnya dia diminta untuk menonton film porno. Hasilnya, nyerinya berkurang, dan pria itu lama kelamaan bisa kembali bercinta tanpa rasa nyeri.
Selain itu, spesialis Urologi Singapura Dr Lin Fa Cai mengatakan film porno juga memiliki peran penting dalam kesuburan pria. Salah satunya, ia sering meminta pasiennya bermasturbasi sambil menonton film, agar bisa membuang cairan sperma yang tidak sehat dalam tubuhnya. Metode ini bisa merangsang produksi hormon pria yang berefek meningkatkan.
Tak hanya itu, manfaat lain dari menonton adegan dalam film porno menurut Dr Yang Zhi Jian dari klinik kesehatan pria di Singapura mengatakan, menonton film porno bahkan bisa membantu pasien memperbaiki kehidupan seks mereka dengan belajar keterampilan baru.
Namun, meski ada manfaatnya bukan berarti kecanduan menonton film porno tidak menyimpan bahaya. Pria yang ketagihan menonton film porno, dapat merasa sangat kecewa dengan kemampuannya seksual mereka sendiri. Mereka cenderung membandingkan performa seksualnya dengan aktor film porno yang punya kemampuan bercintanya hebat.
Maka itu, tonton film syur ini sesekali dan bersama istri, agar bisa mengambil manfaat dari film ini.
Baca juga: Kondom Jadi Hiasan Ponsel Diminati di China
- Hotel Gratis Asalkan Bikin Video Seks
Read More


Pada pertandingan pertama final piala Suzuki AFF Cup 2010 di stadium Bukit Jalil, Malaysia, pendukung tim tuan rumah kedapatan menggunakan sinar laser berwarna hijau untuk mengganggu konsentrasi permainan para pemain timnas Indonesia.
Penggunaan laser ini mengundang protes berbagai kalangan, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan, banyak kecaman ditujukan pada Malaysia.
Sebenarnya, apa itu laser hijau?


Di pasaran, saat ini ada 5 jenis laser yang umum digunakan sebagai pointer ketika melakukan presentasi atau hingga untuk aplikasi lain seperti cahaya hiasan di acara pertunjukan. Kelimanya adalah laser merah, kuning, hijau, biru, ungu.


Laser merah adalah laser yang paling umum digunakan untuk presentasi dan dipancarkan dengan cahaya berpanjang gelombang 671 nanometer. Laser kuning, dipancarkan pada 593,5 nanometer memiliki output antara 1mW (miliwatt) hingga sekitar 10mW. Proses pembuatan laser kuning cukup rumit dan membutuhkan stabilizer suhu dan pendinginan. Ini menyulitkan laser kuning dibuat dalam alat berukuran kecil.


Sama seperti laser kuning, pembuatan laser hijau juga lebih kompleks dibanding laser merah. Cahaya hijau yang dihasilkan merupakan hasil dari proses tidak langsung yang diawali dengan pembuatan sinar dengan daya besar (umumnya antara 100 sampai 300 mW). Sinar laser dengan panjang gelombang 532 nanometer bisa dibuat dengan daya output yang berbeda. Namun umumnya, laser hijau dengan output 5 mW aman digunakan.



Laser biru memiliki konstruksi serupa dengan laser hijau. Ada dua diode yang digunakan untuk memproduksinya yakni yang mampu menghasilkan laser 450 nanometer dan 405 nanometer. Versi 450 nanometer lebih terang karena panjang gelombangnya lebih dekat dengan puncak sensitivitas mata manusia.



Laser ungu memancarkan cahaya berpanjang gelombang 405 nanometer, dekat dengan ultraviolet yang berada di batas kemampuan pengelihatan ekstrim manusia dan bisa menghasilkan nuansa warna biru. Laser ini umum digunakan pada perangkat Blu-ray.


Pistol laser yang umum digunakan oleh kepolisian
Pemanfaatan Laser Hijau
Seperti dikutip dari Green Laser Beam, 27 Desember 2010, pointer laser berwarna hijau umumnya jauh lebih terang (mencapai sekitar 60 kali lipat) dibandingkan dengan laser pointer berwarna merah. Dari sisi jarak, titik ujung sinar laser hijau mampu mencapai jarak yang lebih jauh dibanding laser pointer merah. Warnanya yang hijau juga membuat cahaya dari laser pointer ini bisa lebih mudah diketahui keberadaannya.


Di Amerika Serikat, laser hijau umum dimanfaatkan oleh kepolisian atau militer. Polisi dapat menggunakan perangkat seperti pistol yang menggunakan laser hijau untuk mengganggu pengelihatan para tahanan saat petugas masuk ke sel, misalnya untuk mengambil tahanan.



Perangkat yang disebut ‘laser optical distracter’ itu bekerja dengan menembakkan gelombang cahaya yang dapat mencapai jarak hingga 2400 meter. Saat diarahkan ke mata seseorang, cahaya itu mengakibatkan kerusakan penglihatan temporer. Ia hanya dapat melihat cahaya kuning, hijau dan hitam.



“Dengan menembakkan cahaya ini ke mata korban, Anda dapat berjalan ke arahnya tanpa ia bisa melihat Anda,” kata Robert Battis, Chief Executive Officer Laser Energetics, salah satu perusahaan pemasok perangkat laser. “Meski demikian, laser yang dibuat cukup aman untuk mata, lebih aman dibandingkan dengan laser pointer biasa,” ucapnya.



Meski tidak dalam bentuk laser pointer, di dunia militer, laser hijau juga memiliki banyak kegunaan. Misalnya untuk melacak persembunyian seorang sniper atau mengungkap keberadaaan senapan mesin di balik semak-semak.



Bahaya Penggunaan Laser

Meski perangkat laser yang beredar umumnya tidak berbahaya, akan tetapi bukan berarti sinar laser itu tidak mengandung potensi merusak. Untuk mencegah kerusakaan tak sengaja terhadap retina mata manusia, sejumlah negara telah memberi batasan untuk daya output maksimal perangkat laser.



Di Inggris, kalangan dokter menolak adanya laser pointer yang memiliki daya output lebih dari 1mW dijual secara bebas. Di Amerika Serikat, laser yang boleh digunakan secara umum hanyalah laser yang daya maksimalnya hingga 5mW.



Di Swiss, pernah ada kasus di mana seorang anak membeli laser pointer berkekuatan 150mW. Ia kemudian menembakkan laser pointer itu ke kaca dan memantul ke matanya. Akibatnya, ia mengalami kebutaan temporer pada satu mata dan mengalami penurunan pengelihatan hingga 60 persen di mata lainnya.



Meski penglihatan anak tersebut akhirnya kembali ke kondisi mendekati normal, dokter menyebutkan laser dengan kekuatan 150mW sangat berbahaya. Ia bisa membuat lubang di kertas, menyalakan korek api, meletuskan balon dan bahaya lainnya seperti mengakibatkan kebutaan.



Dari penelitian terakhir, risiko yang dihadapi mata manusia akibat terkena laser yang memiliki daya hingga 5mW memang relatif kecil. Akan tetapi, terimbas laser dengan periode lebih lama, misalnya 10 detik atau lebih, bisa menyebabkan kerusakan.



Di Inggris, UK Health Protection Agency sendiri sudah mengeluarkan peringatan terhadap maraknya laser pointer berkekuatan besar (lebih dari 1 mW) yang umumnya menggunakan laser hijau yang marak beredar di Internet dan mampu menghasilkan laser dengan kekuatan beberapa ratus mW. Pasalnya, perangkat ini sangat berbahaya dan tidak cocok untuk dijual secara bebas.
Read More


Dalam hitungan hari, tahun 2010 akan berlalu dan sebentar lagi 2011. Sedikit menengok ke belakang, banyak sudah lagu Indonesia yang hadir mewarnai kehidupan kita sepanjang tahun 2010. Ada yang sekadar lewat begitu saja, sebaliknya ada pula sejumlah lagu yang terasa hadir di mana-mana, di sekeliling kita dalam kurun waktu tertentu.


Tanpa sengaja, lagu-lagu yang terasa tiba-tiba muncul di mana-mana itu sering membuat kuping kita seperti dikepung dari berbagai arah. Coba perhatikan. Diputar di radio, televisi, kantor, rumah makan, pusat belanja, hingga lapak kaki lima dengan berbagai versi. Mulai dari versi penyanyi aslinya hingga versi berbagai penyanyi lain. Itu masih ditambah dengan bahasan soal lagu itu di berbagai media massa, baik elektronik, cetak maupun online.



Kalau sudah begitu, soal apakah lagu itu enak didengar atau norak tidak lagi jadi faktor penting. Kesan yang muncul adalah “ganggu”. Tenang, arti “ganggu” di sini bukan selalu dalam arti negatif (meskipun kadang-kadang juga terasa menjengkelkan), tapi lebih menyangkut faktor “terlalu sering diputar” sehingga membuat lagu itu seperti terngiang-ngiang terus di telinga. Istilah dalam bahasa asing yang mungkin paling mendekati adalah “overplayed”.



Masih kurang paham? Lagu Ada Apa Denganmu-nya Peterpan adalah contoh paling ‘legendaris’ untuk lagu yang termasuk kategori “ganggu” atau “overplayed” pada zaman 2000an saking seringnya lagu tersebut diputar di mana-mana pada zaman itu. Sepertinya sejauh ini belum ada lagu lain yang bisa melampaui level “ganggu” lagu andalan Peterpan dari album Bintang di Surga (2004) itu.



Nah, iseng-iseng, saya coba mengingat-ingat apa saja lagu Indonesia yang menurut saya tergolong dalam kategori “ganggu” di tahun 2010. Beberapa di antaranya memang bukan lagu favorit saya, tapi sekali lagi, ini bukan soal favorit, bagus, jelek, atau norak. Ini soal lagu yang kepopulerannya terasa ‘overdosis’, meskipun bagi masing-masing orang bisa saja berbeda pendapat. Kalau menurut versi saya, inilah daftarnya:



1. Keong Racun – Lissa

Inilah lagu nomor satu yang paling “ganggu” di tahun 2010. Rasanya sulit menemukan orang di Indonesia yang tidak pernah mendengar lagu Keong Racun, baik disengaja maupun tidak, sejak mulai heboh sekitar bulan Juli 2010 lalu. Sama sulitnya juga mencari orang yang belum pernah membaca berita soal kehebohan lagu dangdut ciptaan Buy Akur ini. Tidak kalah sulitnya juga menemukan lagu Indonesia lain yang sampai masuk Trending Topics-nya Twitter, bahkan hingga beberapa kali. Memang, penyanyi awalnya adalah Lissa, tapi sebenarnya ada dua nama lain yang lebih layak diminta ‘bertanggung-jawab’ atas kehebohan lagu ini. Mereka adalah Jojo dan Shinta, dua cewek yang mengunggah pertama kali rekaman aksi lipsync mereka dengan iringan lagu Keong Racun ke Youtube.



2. Cinta Satu Malam – Melinda

Apa yang terjadi dengan lagu ini agak mirip dengan yang terjadi pada Keong Racun. Sosok Melinda yang tercatat sebagai penyanyinya terbilang kurang dikenal ketimbang lagu yang disebut-sebut mirip dengan Everytime We Touch-nya Cascada ini. Entah kenapa, sederet artis musik Indonesia kondang lumayan doyan menyanyikan ulang lagu Cinta Satu Malam ini dalam berbagai kesempatan. Sebut saja seperti Afgan, J-rocks, hingga Kuburan Band. Yang patut disayangkan, sama seperti Keong Racun, meskipun liriknya tidak cocok untuk disimak anak-anak tapi beberapa kali lolos juga ditampilkan di televisi pada jam tayang keluarga.















3. Jangan Memilih Aku – Anang dan Syahrini


Untunglah, belakangan ini pasangan duet Anang dan Syahrini mulai sibuk dengan urusan masing-masing sehingga lagu ini dan berita soal mereka yang sempat menyebar bertubi-tubi di mana-mana sudah agak berkurang frekuensi tayangnya.

























4. C.I.N.T.A – D’Bagindas

Bertahan satu cinta, bertahan satu C.I.N.T.A… Cukup mengagetkan ketika menyaksikan Vina Panduwinata ikut menyanyikan lirik lagu ini di atas panggung Harmoni-nya SCTV beberapa waktu lalu. Untunglah hasilnya jauh lebih bagus dari aslinya. Begitu juga ketika Citra Idol membawakannya di acara Indonesian Idol 2010 tempo hari. Meskipun begitu, suka atau tidak, tetap saja kepopuleran lagu ini tidak bisa lepas dari ‘jasa’ grup musik D’Bagindas dengan gaya pop melayunya.














5. Mau Dibawa ke Mana – Armada

Entah sial atau beruntung, lagu ini baru terasa seperti terngiang-ngiang terus di kuping saya setelah terpukau dengan penampilan Citra Idol saat menyanyikan lagu ini dengan versinya sendiri di panggung Indonesian Idol 2010. Padahal sebelumnya telinga saya masih cukup kebal meskipun cukup sering mendengar versi aslinya di mana-mana.















6. Pelan-pelan Saja – Kotak

Sebenarnya lagu ini sudah mulai diluncurkan sejak akhir tahun 2009 lalu. Namun ternyata gaungnya justru lebih kencang di tahun 2010 dengan kehadiran lagu ini di mana-mana.


















7. Ya Sudahlah – Bondan Prakoso

Dinyanyikan di mana-mana, lagu ini seperti berhasil mengangkat nama Bondan Prakoso semakin ke permukaan dengan cepat setelah sebelumnya agak tersendat karena kebanyakan masih mengidentifikasinya sebagai penyanyi cilik yang pernah sukses dengan lagu Si Lumba-Lumba.













8. Susis - Sule

Meskipun sedang naik daun sebagai pelawak di salah satu acara televisi, lewat lagu berjudul Susis, Sule alias Entis Sutisna seperti membuktikan bahwa ia pun bisa mengusung lagu yang tidak kalah “ganggu” dibanding lawakannya. Apalagi ia kerap menyelipkan potongan lagunya itu dalam penampilannya di atas panggung lawak.






















9. Narsis – Saykoji

Memang gaungnya tidak sedahsyat lagu sebelumnya, Online, tapi kehadiran Narsis masih cukup “ganggu” kok untuk tahun 2010.










Read More

Entri Populer

cARI laGU dI sINI........

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis
Sppc Slideshow: Syamsul’s trip to Makassar, Sulawesi, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Makassar slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

iklan

bisnis paling gratis